Selasa, 27 Oktober 2009

SESSHOMARU


Sesshomaru adalah siluman anjing yang terbiasa hidup berkelana sendirian. Namun entah sejak kapan siluman bernama Jaken selalu mengikuti, menyanjung, dan mengabdi padanya meskipun ia tak pernah menghiraukan. Setelah mendengar bahwa Inuyasha yang tahu di mana makam ayah mereka telah lepas dari segel yang membelenggu selama 50 tahun, Sesshomaru segera mendesak adiknya itu untuk memberikan jalan menuju makam ayah mereka di mana tersimpan pedang hebat warisan ayah mereka, yaitu pedang Tessaiga. Rupanya, jalan menuju makam tersebut berada pada mutiara hitam yang tersimpan dalam bola mata sebelah kanan Inuyasha, yang kemudian dikeluarkan secara paksa oleh Sesshomaru. Sesshomaru dan Inuyasha pun bertarung memperebutkan pedang yang sesuai pesan ayah mereka diwariskan untuk Inuyasha tersebut. Dengan keterlibatan Jaken, Kagome, dan Kakek Myoga, perebutan itu berakhir dengan keberhasilan Inuyasha mendapatkan pedang yang memang sudah seharusnya ia miliki.Akan tetapi, Sesshomaru tidak langsung menyerah. Ia mencoba lagi merebut Tessaiga dari Inuyasha, sekalipun pedang itu memiliki tabir pelindung yang tidak dapat disentuh oleh siluman. Hingga dalam keadaan terdesak karena Sesshomaru mengerahkan seluruh kekuatan dengan berubah ke wujud asli yaitu anjing raksasa, Inuyasha memotong lengan kiri Sesshomaru.
Melihat hal ini, Naraku mengambil kesempatan untuk memanfaatkan Sesshomaru agar mengalahkan Inuyasha, yang tentu saja kemudian disadari oleh Sesshomaru. Hingga baik Inuyasha maupun Sesshomaru pun menjadi musuh Naraku, meski tak dapat pula dikatakan Inuyasha dan Sesshomaru berada dalam satu pihak.

Sifat

Berbeda dengan Inuyasha, Sesshomaru adalah pribadi yang dingin, selalu tenang, tanpa ekspresi, dan irit bicara. Sesshomaru yang lahir sebagai siluman anjing sejati, tak mau mengakui bahwa ia mempunyai seorang adik yang setengah siluman. Ia dengan segala keangkuhan selalu menganggap rendah manusia dan makhluk setengah siluman seperti Inuyasha dan teman-temannya. Karena itulah ia tidak terima Tessaiga yang merupakan pedang pembunuh terhebat diwariskan pada adiknya yang makhluk setengah siluman.Tetapi sejak ia ditolong oleh seorang anak perempuan bernama Rin setelah ia sempat dikalahkan oleh Inuyasha, lalu Rin ia selamatkan dari maut yang hampir menjemput gadis kecil itu, ia pun mulai menghargai nyawa manusia. Juga selama bertualang bersama Jaken dan Rin, ia merasakan kekaguman dari siluman wanita bernama Kagura yang merupakan bagian dari diri Naraku dan melihat kuatnya persahabatan Inuyasha dan teman-temannya.Sedikit demi sedikit Sesshomaru berubah menjadi lebih lembut hatinya dan rasa sayang pada Rin yang jelas-jelas manusia, makhluk yang awalnya ia benci, benar-benar tak dapat ia pungkiri. Ini membuktikan bahwa dalam tubuhnya masih mengalir darah ayahnya sebagai siluman hebat yang berhati mulia.Senjata

Sebagai siluman anjing yang pastinya memiliki taring untuk menyerang, Sesshomaru juga dapat bertarung menggunakan cambuk kilat dan jurus ‘Dokkaso’ (cakar beracun). Tapi sejak awal Sesshomaru memegang pedang yang juga dibuat dari taring ayahnya, dan merupakan warisan khusus untuknya, yaitu Tenseiga. Berbeda dengan Tessaiga, Tenseiga adalah pedang penyembuh. Saat ada makhluk yang baru saja mati, Tenseiga dapat menyingkirkan sosok dari alam sana yang hendak membawa makhluk tersebut. Tapi ada saat-saat tertentu di mana Tenseiga tak dapat menyembuhkan, yaitu ketika makhluk yang mati itu langsung musnah (seperti yang terjadi pada Kagura), atau makhluk itu sudah pernah diselamatkan oleh Tenseiga sebelumnya (dengan kata lain, Tenseiga hanya bisa menyelamatkan nyawa seseorang satu kali).
Karena tak tertarik menggunakan kemampuan Tenseiga, Sesshomaru sempat membuat pedang yang diberi nama Tokijin dari taring Goshinki, salah satu siluman bagian diri Naraku. Tapi pedang setan itu kemudian rusak dan ia tinggalkan.Sesshomaru tentu sempat kecewa saat mengetahui ternyata Tenseiga adalah bagian dari Tessaiga yang ‘dibuang’ bersama jurus paling berbahaya yaitu ‘Meido Zangetsuha’. Tapi melihat Inuyasha terbukti dapat menguasai Tessaiga dengan baik, ia pun merelakan jurus yang semula cukup menjadi andalannya itu kembali menjadi milik Tessaiga.
Namun saat bersama Inuyasha melawan Magatsuhi, sosok yang baru dimunculkan oleh Naraku, Sesshomaru mendapat pedang yang bukan warisan dari ayahnya, tapi memang pedangnya sendiri yang selama ini tersembunyi di dalam tubuhnya, yaitu Bakusaiga. Bersamaan dengan munculnya pedang itu pula, lengan Sesshomaru yang pernah dipotong oleh Inuyasha pun kembali seperti semula. Ini berarti Sesshomaru telah melampaui kemampuan ayahnya dan terbebas dari obsesi mendapatkan Tessaiga yang telah mengurung pedang tersebut selama ini.
Bakusaiga adalah pedang yang cukup kuat untuk mengalahkan Naraku, hanya saja Naraku menyandera Rin, sehingga Sesshomaru tak dapat leluasa menggunakan pedangnya. Dan Sesshomaru bersama Inuyasha dengan teman-temannya, masih terus berjuang untuk mengalahkan Naraku.

KIM SANG BUM


Pemuda bernama Kim Bum ini lahir di Sang Bum pada 7 Juli 1989 yang kini telah banyak membintangi film, drama, dan juga membintangi berbagai model produk.

Kim Bum adalah artis korea yang saat ini juga turut membintangi Drama terbaru Boys Before Flower. Kim yang memiliki wajah tampat dan banyak digilai oleh cewek-cewek ABG ini lahir di Sang Bum pada 7 Juli 1989.
Selain bermain di beberapa Drama Kim juga tercatat pernah bermain dibeberapa film, diantaranya I Like it Hot, Death Bell, dan Sex and the City.

Tercatat beberapa penghargaan juga sempat diraih oleh Kim Bum selama karirnya didunia entertaint, antara lain adalah Korea MNET Summer break 20's sebagai aktor tersexy di Korea, pada 21 Desember 2007, kemudian meraih DK inki Award 2008, dan yang terakhir adalah memperoleh penghargaan Key To Nineja`s pada tahun 2009 ini.
Kim Bum kembali menjadi model iklan. Kali ini giliran produsen mobil Kia meminta Kim Bum utk menjadi wakil dari mobil Kia Forte Koup yang diluncurkan pada New York International Auto Show musim semi kemarin.

Tanggal 11 kemarin, Kim Bum berfoto bersama mobil tersebut diluar Plaza Seoul Coex.

Sementara Goo Hye Sun dan Lee Min Ho sedang sibuk berpromosi di Taiwan, maka pasangan Kim Bum dan Kim So Eun disibukkan dengan film dan juga serial terbaru mereka. Kim Bum akan tampil dalam serial drama “Dream” dan film “Emergency” sementara Kim So Eun disibukkan dengan drama “The Man Who Can’t Get Married”.

Meski Kim Bum dan Kim So Eun mempunyai agenda sendiri2x namun mereka kembali bertemu dalam sebuah iklan dari Bonjuk. Sayangnya, dalam iklan ini Kim Bum dan Kim So Eun tampil sendiri2x dan mereka hanya akan tampil bersama dalam poster produk tersebut.

Padatnya jadwal membuat Kim Bum harus merelakan salah satu film yang awalnya akan dibintanginya “71″.
Semula film “71″ yang bercerita soal 3 orang tentara muda yang berperang melawan Korea Utara pada tanggal 10 Agustus 1950 itu akan dibintangi oleh Kim Bum, Seung Ri dan Yoo Seung Ho.
Kim Bum tadinya akan bermain sebagai kapten bernama Park Ha Seob.

Kim Bum kini tengah disibukkan dengan serial terbarunya produksi stasiun tv SBS “Dream” yang jadwal shootingnya dimajukan karena serial ini akan segera tayang di bulan Juni serta sebuah film berjudul “Emergency”. Kepadatan jadwal ini membuat Kim Bum harus merelakan film “71″.

Kini Kim Bum kabarnya sedang sibuk berlatih 2 macam ilmu bela diri demi perannya di serial drama “Dream.”
Bagi anda yang tertarik dengan Kim Bum berikut adalah beberapa foto Kim Bum yang Karo Cyber peroleh dari berbagai sumber di Internet.

ALZHEIMER

Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif yang di sebabkan karena berkurangnya gizi di otak[1]. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya 'kekanak-kanakan karena usia tua' yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.

Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (dementia) yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani bukan saja kepada pengidapnya, malah anggota keluarga yang menjaga. Penyakit Alzheimer yang menurunkan fungsi memori ini juga menjejaskan fungsi intelektual dan sosial penghidapnya. Biasanya, anggota keluarga hanya datang membawa orang yang sakit berjumpa dokter apabila mereka sudah tidak tahan dengan gejala orang yang sakit.

Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, ia bukanlah disebabkan penuaan. Bagaimanapun, ilmuwan berpendapat, ia dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.

Resiko untuk mengidap Alzheimer, penyakit yang sinonim dengan orang tua ini, meningkat seiring dengan pertambahan usia. "Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai resiko lima persen mengidap penyakit ini dan resiko ini meningkat dua kali lipat setiap lima tahun," kata Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther Ebeenezer.

Menurut Esther, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.Sejarah Alzheimer

Penyakit yang pertama kalinya, ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan Alzheimer, menurut namanya.

Hasil bedah pengamatan, Alzheimer mendapati Syaraf otak tersebut bukan saja mengecut, malah dipenuhi dengan gumpalan protein yang luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).

Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.

Meskipun penyakit ini yang semula ditemukan hampir satu abad yang lalu, ia tidak seterkenal penyakit yang lainnya seperti sakit jantung, hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau sebagainya.

Kemungkinan ini disebabkan oleh penyakit ini tidak dapat dilihat gejalanya langsung seperti penyakit hipertensi yang dapat dilihat melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Penelitian klinis terbaru menunjukkan suplementasi dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat menurunan fungsi kognitif pada penderita alzheimer ringan.
[sunting] Pengungkapan terhadap Alzheimer

Publikasi mengenai penyakit Alzheimer masih rendah dan banyak orang tidak mengetahui tentang penyakit ini sampai dipublikasikan secara terbuka sendiri oleh bekas Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan dalam suratnya tertanggal 5 November 1994.

Penyakit Alzheimer sukar dideteksi sebab banyak yang beranggapan orang tua yang semula lupa, adalah sesuatu yang lazim karena faktor usia. Padahal itu mungkin tanda-tanda awal seseorang itu mengidap penyakit Alzheimer.
[sunting] Tingkat Alzheimer

Lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, tidak tahu membeli barang ke kedai, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan ialah di antara sebagian gejala ringan.

Apabila orang yang sakit lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air dikategorikan sebagai tingkat sederhana.

Apabila orang yang sakit sudah tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri, keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, ia menandakan orang yang sakit berada di tingkat yang serius.
[sunting] Tanda-tanda lain

Orang yang terkena penyakit ini dapat menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya. Diperkirakan bahwa pada sekitar 1950-an kira-kira 2,5 juta penduduk dunia mengidap penyakit ini. Pada tahun 2000, pengidap Alzheimer diperkirakan mencapai enam milyar orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun atau 10 persen penduduk dunia menghidap Alzheimer (2003). Peningkatan ini, ada kaitannya dengan semakin banyak penduduk dunia yang berusia lanjut , masa hidup wanita meningkat hingga umur 80 tahun dan 75 tahun bagi lelaki. Selain itu, penjagaan kesehatan yang lebih baik, tingkat perkawinan menurun, perceraian bertambah dan mereka yang kawin tetapi tidak banyak anak.

Orang yang sakit yang berada di tahap sederhana dan parah akan menunjukkan tingkah laku yang aneh. Di antaranya, seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC.

Selain itu, orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan. Semua ini secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada perawat sebab mereka terpaksa menjaga orang yang sakit '36 jam' sehari.

Orang yang sakit juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam.

Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain.

Yang menyedihkan, adalah orang yang sakit itu sendiri tidak memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang lain. Berita buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan. Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan.

Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan penderita seperti kognitif, aktivitas harian dan tingkah laku.

INDONESIA ARCHIPELAGO


Indonesia is often referred to as the world's largest archipelago, a name which aptly represents its 17,000 or so islands which span more than 5000 km (around 3,200 miles) eastward from Sabang in northern Sumatra to Merauke in Irian Jaya. If you superimpose a map of Indonesia over one of Europe, you will find that it stretches from Ireland to Iran; compared to the United States, it covers the area from California to Bermuda.

There are eight major islands or island groups in this enormous chain. The largest landmasses consist of Sumatra, Java, Kalimantan (Borneo), Sulawesi (Celebes) and Irian Jaya (the western half of Papua New Guinea). The smaller islands fall into two main groups: the Molluccas to the northeast, and the lesser Sunda chain east of Bali. Bali is a unique island, which for a number of reasons can be put into a class of its own.

Mountain lovers will find plenty to enjoy in Indonesia. A great volcano chain, the Bukit Barisan, runs the entire length of Sumatra. On the West Coast, the mountains fall abruptly to the sea, while to the east they ease gradually down to plains in a broad fringe of coastal mangroves. Vegetation-clad volcanoes also rise dramatically from the sea at Banda, Ternate and Makian. Many of the volcanoes are still active, constantly smouldering and occasionally erupting violently, though geological stations monitor the active ones constantly and give warning if they are unsafe to climb. Mount Merapi in Central Java is a favourite for climbers, despite being one of the most active on the archipelago.

Mountain lakes are also abundant in dormant craters of many volcanoes, the most famous of these being lake Toba in the northern highlands of Sumatra. This mountain lake covers an area four times the size of Singapore. In Kalimantan, waterborne transportation moves cargo and passengers up and down the major rivers: Mahakam, Barito, Kahayan and Kapuas. The mountainous island of Flores is famous for its multi-coloured volcanic lakes, known as Keli Mutu. The three lakes are in a close group and range from dark red to turquoise.

Located between two distinct bio-geographic groups - Asia and Australia - the flora and fauna of the archipelago is also quite idiosyncratic. Species found nowhere else on earth have flourished in certain areas, including the famous Komodo dragon on the island of the same name. Also in abundance are rare flowers, including exotic orchids, unusual insects, birds of paradise and numerous indigenous spices such as cloves, nutmeg cinnamon, mace and many more.

EARTH SONG BY MICHAEL JACKSON


What about sun rise
What about rain
What about all the things
That you said we were to gain.. .
What about killing fields
Is there a time
What about all the things
That you said was yours and mine...
Did you ever stop to notice
All the blood we've shed before
Did you ever stop to notice
The crying Earth the weeping shores?

Aaaaaaaaaah Aaaaaaaaaah
Oooooow

What have we done to the world
Look what we've done
What about all the peace
That you pledge your only son...
What about flowering fields
Is there a time
What about all the dreams
That you said was yours and mine...
Did you ever stop to notice
All the children dead from war
Did you ever stop to notice
The crying Earth the weeping shores

Aaaaaaaaaaah Aaaaaaaaaaah
Oooooow


I used to dream
I used to glance beyond the stars
Now I don't know where we are
Although I know we've drifted far

Aaaaaaaaaaah Aaaaaaaaaaaah
Aaaaaaaaaaah Aaaaaaaaaaaah
Oooooow Oooooow

Hey, what about yesterday
(What about us)
What about the seas
(What about us)
The heavens are falling down
(What about us)
I can't even breathe
(What about us)
What about the bleeding Earth
(What about us)
Can't we feel its wounds
(What about us)
What about nature's worth
(ooo,ooo)
It's our planet's womb
(What about us)
What about animals
(What about it)
We've turned kingdoms to dust
(What about us)
What about elephants
(What about us)
Have we lost their trust
(What about us)
What about crying whales
(What about us)
We're ravaging the seas
(What about us)
What about forest trails
(ooo, ooo)
Burnt despite our pleas
(What about us)
What about the holy land
(What about it)
Torn apart by creed
(What about us)
What about the common man
(What about us)
Can't we set him free
(What about us)
What about children dying
(What about us)
Can't you hear them cry
(What about us)
Where did we go wrong
(ooo, ooo)
Someone tell me why
(What about us)
What about babies
(What about it)
What about the days
(What about us)
What about all their joy
(What about us)
What about the man
(What about us)
What about the crying man
(What about us)
What about Abraham
(What was us)
What about death again
(ooo, ooo)
Do we give a damn